Test Bahasa Jerman A1

Guten tag ich heiße Anna. Ich liebe dich nyiahahahaha *gubraaaakkkk

Awalnya sih aku mau share pengalaman aku liburan 2 minggu di Bali & sekitarnya bersama akang mamas tersayang 😍😍 tapi sekarang pengennya share pengalaman aku ikut test bahasa Jerman A1. Jadi untuk liburannya aku share belakangan ya hihihihihi (efek belum bisa move on dari lulus test 😄)

Semoga tulisan aku berguna untuk yang mau ikut test ya, khususnya bagi yang berdomisili di luar Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Singkat cerita aku HARUS LULUS test Bahasa Jerman A1. Bagi kalian yang berdomisili di tempat yang aku sebutkan di atas mungkin gak usah khawatir ya karena Goethe Institute ada di ketiga tempat itu jadi kalian bisa langsung kursus di sana. Tapi gimana ceritanya buat yang aku dari Bali???

Awalnya aku browsing2 untuk cari tau apakah gadis tjantik jelitahhh ini mampuhhh lulus test tanpa kursus???

Setelah browsing sana sini akhirnya aku tau bahwa aku bisa lulus tanpa kursus. Tanpa pikir panjang aku beli buku STUDIO D A1 di KATALIS. Aku beli buku di sana karena setelah aku browsing di internet konon katanya buku Studio D ini yang dipake Goethe Institute dan juga paling ampuh sebagai buku pegangan untuk lulus test (walaupun 2 minggu sebelum test akhirnya aku baru tau kalau Goethe udah pakai buku lain *jujurlupanamanya, tapi menurut orang2 yang kursus di sana, buku Studio D A1 lebih mudah dipahami). 

Itu penampakan buku aku (maapkennn epek resolusiii kamelaaakkk yang abal2, yang penting judul keliatan).

Aku beli buku ini 2 minggu setelah aku belajar bahasa Jerman melalui aplikasi DUOLINGO. Untuk kalian aku saranin mending pakai aplikasi ini dulu sebelum belajar lewat buku karena aplikasi ini membantu nget ngett bangeetttttt. Setidaknya kalian gak shock2 berat waktu belajar pakai bukunya karena ini buku kagak ada bahasa Indonesianya 😑😑😑. Bahasa Indonesia cuma di judul doang 😕😕😕 #cumahiasandoang.

Harga buku ini kalau enggak salah 250ribu (buku besar + buku latihan + cd) ditambah ongkir 35ribu 😂😂 jadi total uittttt yang incesss keluarkan menjadi 285ribu. Belakangan aku nyesel karena aku lupa beli kamus, jadinya beli kamus lagi deh (bayar ongkir lagi 😑). Tapi untuk kamus aku beli di Gramedia via online seharga 110ribu tambah ongkir 35 ribu jadi uittt lagiii 145ribu 😧😧😧. 

Penampakan kamus aku seperti ini ya. Aku lebih milih kamus satu arah (keren amat bahasa gueeehhh satu arah 😂😂) satu arah itu maksudnya Jerman-Indonesia. Memang kamus yang beredar di pasaran seperti Jerman-Indonesia-Indonesia-Jerman lebih memikat hati diakibatkan karena harganya yang hemat dan murah meriah disertai “kelengkapan” bahasanya yang “bolak-balik”. Tapi alangkah baiknya kita beli sesuatu yang bagus untuk belajar (bukan berarti yang kamus “lengkap” gak bagus) tapi yahh jujur kamus dengan bahasa satu arah lebih banyak terdapat kosa kata dibandingkan dengan kamus yang menjanjikan ribuan ribuan kata tjintjaahhh di dalamnyahhh (contohnya kamus lengkap 10 ribu kata atau bahkan 1 juta kata).

Aku belajar dari bulan Agustus. Tiap hari aku luangin waktu 2 jam untuk belajar. Untuk 1 tema aku perlu waktu 3 hari untuk belajar. Di dalem buku ada 12 tema jadi perkiraan aku ya aku selesai belajar setelah 36 hari *sombooonggg

Tapiii ehhhhh tapiiiii nyatanya ada beberapa bab yang cucaaahhh beneeeeerrrrr….. perlu lebih dari 3 hari untuk bener2 ngerti, apalagi ditambah penyakit males yang melanda jadi khayalan belajar 36 hari pupus sudahhh (aerr matahhh selalu bercucuran cetiap bukah buku lalu tutup lagi kalna gakk tahan #perriiiiihhh😢😢)

Di saat aku mulai gak ngerti dan gagal paham, rasanya iriii beneerr sama yang bener2 beruntung bisa les di Goethe. Efek lokasi yang gak mendukung mengakibatkan incesss harus menahan aeerr matahhh serta gundah gulana yang mengakibatkan kekhawatiran berkepanjangan 😢😢😢

Tapi di era teknologi canggih masih ada youtube yang membantu menjawab kegalauan pincesss tentang bahasa ich liebe dich ini. Tiap malem sebelum bobok selalu sempet nonton di youtube tentang bahasa Jerman.. must say it’s really helpful 

Niat awal ikut test bulan Desember harus gagal karena kang mamas bilang lebih cepat lebih baik (beyengcekkk banget diaaa 😢😢 incesss belum ciappp lahir batin 😭😭😭😭) ditambah incess kekurangan buku 1 lagi yaitu buku karangan Hueber. Ini emang 100% kesalahan aku karna jujur aku gak tega banget nyuruh akang mamas beliin buku ini terus harus bawain buku ini di dalem backpack (mamas dateng ke Bali ala2 backpacker padahal dianya udah kuyuussss keriiinggggg 😢😢) mungkin kalau aku punya buku karangan Hueber ini nilai aku jadi lebih gede ya 😂😂😂 *ngareppp nyiahahahaha. Untuk buku karangan Hueber kalau enggak salah emang gak dijual di Indonesia jadi musti dibawain atau dikirim dari Jerman.

Jadilah aku ikut test bulan November tanggal 21. Mamas saking semangat udah booking pesawat dari tgl 20-22, booking hotel, bayar biaya test, pokoknya siapin semua keperluan aku untuk berangkat. 

Biaya Awal

Untuk tiket pesawat bolak balik Jakarta-Bali Rp. 1.053.500

Hotel 2 hari jadi Rp. 707.000 (aku nginepnya di Sofyan Hotel, cuma 5 menit jalan kaki ke Goethe)

Biaya test aku bayar melalui BCA Rp. 1.050.000

Uang jajan aku (hehehehehe rahasia)

Dan setelah semuanya kebayar, tgl 18 datanglah email dari Goethe… setelah aku baca aku langsung shockkkkk beratttt…. Dari email yang aku baca konon katanya aku harus mengambil kartu test berwarna hijau 1 hari sebelum test, sedangkan tgl 20 sore aku baru sampe di Jakarta.

Nelp akang mamas -> nangis koar-koar 😭

Tiket pesawat enggak bisa di reschedule, jadi mamas beliin tiket lagi seharga 850ribu karna mungkin itu hari Minggu ya jadinya muahal. Bayar hotel untuk 1 hari lagi karena aku harus sampai lebih awal dan yang lebih parah adalah tiket pesawat yg dibeli yaitu dengan keberangkatan jam 7.10 sedangkan dari kotaku ke bandara perlu waktu 3 jam (kalau enggak macet) + pada saat itu di Bali ada upacara keagamaan jadi pasti macet 😑😑😑

Ortu langsung telp sopir keluarga (maklum bapak udah gak bisa bawa mobil efek sakit)

Jam 1 malem menembus hutan Bedugul menuju bandara

Di dalem mobil akunya muntah2. Ini bukan karna aku muntah tiap naik mobil ya tapi karna aku ada darah tinggi, dan situasi serba mendadak jadi langsung muntah efek stress. Stress mikirin uang yang setelah ditotal memasuki kawasan 5 jutaan hanya untuk test 😢😢. Buat beberapa dari kalian mungkin jumlah uang ini gak seberapa, tapi jujur untuk gadis kecil mungil yang baru menamatkan studi S1 dan belum berpenghasilan ya jumlah uang ini banyak banget 😢😢😢. Di tambah pekerjaan akang mamas yang pekerja kantor biasa, otomatis gajinya berkecukupan jadi akunya stressss beraattttzzzzzzzz huaaaakkkzzzzz (jumlah aer mata langsung bersaing dengan derasnya hujan di kala senja *cieilaaahhhh ). Bagi kalian yang mikir cewek2 yang punya pasangan bule doyan banget ngabisin duit pacarnya. Well mungkin ada beberapa tapi aku ENGGAK. 

Walaupun kakang mamas bilang gak usah khawatir tentang uang, tapi akunya yang dari kelas ekonomi menengah tiarap guling2 tanah ya stress akuttt 😵😵. Pemikiran aku saat itu “kalau gak lulus gimana?” Itu2 terus yang muter2 di otak aku. Sampe bandara muntah lagi. Boarding Pass muntah lagi.

Tgl 19 sampailah aku di Jegardaahhh dengan selamat. Untuk pertama kalinya di ibu kota cendilian 😢😢 syukur aman2 aja. 

Tgl 20 aku udah siap2 mau jalan kaki ke Goethe untuk ambil kartu ujian eh malah dapet email yang isinya “pengambilan kartu ujian boleh diambil pada tgl 21” 

Pengen teriak

Pengen nangis

Alhasil malah ketawa 😂😂😂

Sampe ini diposting aku belum bilang ke akang mamas kalau ambil kartu test boleh di tanggal yang sama dengan pelaksanaan test 😂😂

Jadi tips buat kalian yaitu please beli tiket dan pesen hotelnya setelah dapet konfirmasi email aja ya 😂😂😂

Tanggal 20 malam hari aku pelajari kisi2 soal yang dikirim Goethe lewat email. 

Alhasil……….

Aku nuangiiisssss sejadi2nya. 

Mungkin dari pengalaman2 orang yang udah pernah ikut test mereka paling takut sama sprechen atau tes berbicara. Jujur aku 99,99% sama sekali gak ada masalah dengan sprechen (sombongnya mintaaa ampuuuunnnn dah) karna aku tipe orang yang PeDe bukan main… di suruh guling2 di jalan jadi orang gila juga oke (maklummm ya karna incess terlahir sebagai artis professional jadi gak pernah merasa malu atau gimana gicuuu). Selain itu aku memang sering ikut lomba yang mengandalkan mulut (sombooonggg lagiii) contohnya ya story telling bahasa Inggris, story telling bahasa Jepang (yang ini aku juara 1 se-Bali ya #somboonggg), debat bahasa Inggris, debat bahasa Indonesia… pokoknya lomba2 yang ngandelin mulut incesss pasti ikut… dan itu juga termasuk lomba makan krupuk 😌😌😌

Tapi yang bikin aku nangis guling2 H-1 sebeluk ujian adalah hören atau tes mendengarkan. Budeg iya tuli iya… ya ampun entah itu orang ngomong apa kumur2???? Pokoknya aku berdoa sedalam2nya, sesedih2nya 😢😢😢 berdoa sambil nangis… bener2 takut sama hören.

21 November

Sebelum menuju Goethe ya berdoa dulu biar selamat sampai tujuan dan bisa jawab soal dengan baik.

Sampe Goethe liat papan pengumuman terus cari ruangan. 

Gak lupa juga kenalan bareng temen2 yang juga ikut test di sana. Aku membayangkan mereka pasti orangnya sombong2 soalnya pasti keren gitu ikutan test bahasa Jerman. Jadi waktu kenalan aku agak takut gimana gitu karna incess kan dari pulau kecil dann ehhh ternyata mereka baik2 banget dan saling support biar kita bisa lulus barengan dan ketemu lagi di Jerman. Gak nyangka dan gak pernah mimpi ketemu temen2 dari Sabang sampai Merauke di Goethe 😂. 

Ini orang2 di foto masih kurang ya 😂 soalnya yang lain belum pada dateng..

Test pertama : Hören

Soal pertama : gak denger

Soal kedua : gak denger

Soal ketiga : gak mau denger dan langsung berdoa “Tuhan Yesus, arahkanlah tanganku dalam menjawab soal. Ciyusss ini aku gak denger apa-apa😢”

Soal keempat sampai ke lima belas gak denger apa-apa dan cuma ngisi jawaban supaya enggak kosong.

Oh iyaa, tips untuk yang mau ujian hören, please kalian jangan jawab apa yang diucapin oleh pembicara di percakapan awal, karna sialnya sama yang ngomong itu jawaban diucapin semua. Gak ngerti sama penjelasan aku? Yap sama aku juga gak ngerti, jadi aku kasi contoh ya

A : Berapa harga apel 1 kg?

B : €2

Nah kalau kalian ketemu soal begini dan kebetulan di lembar jawaban kalian ada a. €2 b. €4 c. €6 please jangan jawab a. €2 karena sialan banget test ini memang bener2 pengen tau kemampuan mendengarkan kita. 

A : Saya beli 3 kilo

B : €6 

A : eh saya cuma bawa uang sedikit jadi saya belinya 2 kilo aja

Jadi jawabannya????

b. €4

Jawabnya disebut? ENGGAK

Memang enggak semua soal begini ya karna ada juga yang jawabannya disebut, tapi tetep mengecoh kan? Jadi untuk hören ini kalian harus bener2 menyimak dengan seksama dan harus ngerti 80% dari apa yang kalian dengerin.

Test Kedua : Lesen & Schreiben

Kalau tes membaca ya kalian gak usah takut ya. Intinya harus hati2 karna banyak soal yang mengecoh.. jadi harus di jawab pelan2

Untuk tes menulis ya seperti biasa mengisi formulir atau data dan ini juga jawabannya sudah ada jadi tinggal dibaca baik2. 

Matinya itu ya buat email

Karna buku pegangan aku hanya Studio D A1 jadi kemampuanku menulis email sangat kurang ya.. karna menurut pengalaman temen2 blogger yang udah pernah ikut test, buku karangan HUEBER banyak contoh2 email (lagi2 nyesel gak beli buku ini). Selain itu aku juga hampir gak pernah latihan menulis email ya akhirnya aku memutuskan untuk berimprovisasi 😂😂😂… Ini bener bikin drama ya karna habis tes aku baru tau kalau lembar jawaban itu konon katanya gak boleh ada coretan karna akan mengurangi nilai. Langsung down bangetttttt karna kertas jawabanku udah gak ada bedanya sama lembat orat oret ujian matematika 😑

Jeda istirahat

Test ketiga : Sprechen

Perkenalan… hmmm gampang, casss ceesss cooosss ini muluttt ya sampe itu dua penguji wow bangettt sama aku yang cass cesss cosssss perkenalan lancar jayaaaa tanpa ngadat2 + waktu ditanya kursus dimana ya aku bangga banget bilang kalau aku belajar sendiri di rumah #somboonggg 

Pas dikasi soal

Krik…

Krik….

Krik…..

ITUUUU APAAAANNN???? 😭😭😭😭

Tema yang keluar bener2 bukan tema yang aku pelajari dan kosa katanya beneran aneh untuk dibuat menjadi kalimat tanya + ada juga gambar yang kosa katanya gak ada di buku.

Beneran terbukti 99,99% aku belajar di rumah karena gak bisa jawab 😂😂

Kesombongan aku runtuh seruntuh runtuhnya di test ini… 

Test ini bukan untuk menunjukkan keahlian bicara ala kumur2 aer doank, tapi juga menunjukkan seberapa cepat dan tepat kita membuat sebuah kalimat…

Aku sadar kalau kita tidak boleh bergantung pada kemampuan diri sendiri. Perlu doa + usaha dan gak boleh sombong (kan incesss berdoanya cuma untuk hören doang). Jadi teman2 kalau berdoa itu harus lengkapp selengkap lengkapnya yaaa 😂😂😂😂😂

Habis test langsung balik ke hotel dan nangis… capek, pusing…

2 hari setelah test aku takut bener ngeliat nilai aku di website Goethe. Akhirnya aku mulai ikhlas, apapun hasilnya aku udah berusaha

Dan….. jeng jeng jeng jenggggggg

LULUSSSSS…. HAHAHAHAHA

Dan ketika nilai hören mengalahkan schreiben dan sprechen…. PUJIII TUHANNN HALELUYAAA 😂😂

Schreiben udah jangan ditanya lagi ya karna apapun yang improvisasi jarang bener apalagi banyak coretannya 😂😂😂😂

Sprechen??? 😂😂😂😂 itulah nilai dari buah kesombonganku… 

Berapapun nilai yang aku dapat aku tetap bersyukur karna untuk test ini aku bener2 gak mikirin nilai. Bisa lulus tanpa kursus aja rasanya itu RUAAARRRR BIAASAAAAHHHH…. LELAHNYAAA 😂😂😂😂 apalagi aku cuma punya 1 buku pegangan… yahh cukuplah untuk aku yang belajar kurang lebih hanya 2 bulan…

Semoga aku bisa memperbaiki nilai saat aku udah ikut kursus yang sebenarnya 😂😂😂

Untuk kalian berkeinginan ikut test tapi enggak bisa kursus harus tetep semangat ya… tiap orang punya pengalaman masing2 jadi aku bisa kalian pasti bisa 😊😊😊 #sokbijaksana 😂😂😂

Iklan

About My Piercing 

Hai hai blog… semoga tetep bisa disiplin nulis tiap bulan, hadehhh maklum aja ya soalnya sok ngartis jadinya nulis jadi ogah-ogahan (maapken kemayasan pincesss menyuyiiisss hikzz hikzz)

Dari judulnya aja udah keren ya… PIERCING cieilaaahhhh hahaha udah ala ala anak band pake tindik tindikan segala 😂😂. 

Tulisan ini berawal ya karena kegalauan dan kegundahan aku tentang minimnya artiket atau blog tentang piercing.. Jadi sekali sekali aku bikin tulisan bermaanfaat bagi nusa dan bangsa Indonesia gpp kali ya nyiahahahahaha.. 

CAUTION : ADA FOTO SEDIKIT BERDARAH JADI JANGAN SHOCK

Sejarah Pengen Tindikan 

Wieehh udah tamat SD masih aja ngomongin sejarah, tapi gapapah.. demi pincesss Anna yang tantik ini kalian harrruuuussss tau sejarah kenapa aku mutusin untuk tindikan yaaa..

Berawal dari 6 tahun SD, 3 tahun SMP, 3 tahun SMA, 5 tahun KULIAH, 2 tahun JOMBLOOOO *ehhhh boseeennn banget sama yang namanya peraturan lalu lintas *ehhlagi (walaupun pake sanggulan, inget pake helm ya mbak mbak biar aman.. nyiahahahaha) pokoknya boseeeennnn banget sama aturan gak boleh inilah itulah… gak boleh pake rok diatas lututlahh, baju gak boleh ketatlahhh, gak boleh nikung pacar temen tapi nyatanya pacar sendiri ditikung temenlahhh (masa lalu… biarlah masa laluuu tiba tiba inget Mba Inul) pokoknya segala macem peraturan yang intinya bikin aku bosennnn… 

Bulan lalu aku maen ke rumah sahabat aku dari SMP namanya Inggita… temen aku ini beda ya sama aku yang cantik tapi pecicilan dan cengengesan… dia itu orangnya kayak ibu ibu plek plek bangeetttttzzz duh gak pernah nakal, selalu nurut orang tua, berbudi pekerti luhur.. pokoknya gak pernah bikin aneh aneh.. tapi ehh tiba-tiba dia udah tindikan di kuping bagian atas atau istilah kerennya di bagian auricle 

Shock bin ajaib donk… masak anak kalem begono tindikan? Terus bagaimana dengan pincesss yang terkenal easygoing dan suka menabung ini??? (Langsung ke bank ngecek tabungan, tapi saldonya 1 rupiah *mirisss)

TERNYATAAAAAHHH…. temen aku tindikan itu bukan untuk mangkal di jalan atau mau jadi anak band metal tapi tapi dia terinspirasi dari K-POP -___- 

Kalian tau K-POP kan?? Gak tau?? Aduh kasiannn… 

K-POP itu yang nyanyi gak gak gak kuat, gak gak gak kuat, aku gak kuat sama playboy playboy

*ehh itu lagu planet mana?? 😢

Lewatinn masalah K-POP

Yaudah mulai deh habis liat temen tindikan aku langsung terinspirasi pengen jadi personil 7Icon (eehhh aduuhhh bukan bukannn 😭😭)

Pokoknyaaahhh langsung pengen tindikannnn… tapi bukan karna pengen jadi anak K-POP ya, tapi karna pengen nunjukin ke orang orang, “ini loh aku udah bebas, sebebas eek terjun bebas ke sepiteng setelah terhimpit himpit lubang pantat dan akhirnya lolossss juga” (maaf ya kalau lagi makan)

Tibalah waktunya aku untuk Sidang Skripsi… dagdigdug jeerrr akhirnya aku selesai dan besoknya langsung cuuusss ke salon

Salon ini namanya salon Wella… salon legendaris di kota aku karna ini salon saking tuaaa bangetttt dan muaaahhaaallll… maklum aja ya soalnya akyu gadis kalangan ekonomi lemah syahwat (nahan air mata sambil keramas pake air bekas cucian piring)

Bawa duit pas pasan langsung aja polos nyelonong sambil pasang wajah bloon bilang “mbak saya mau tindikan”terus sama mbaknya disuruh duduk manis di sofa sambil dia ngambil alat untuk tindikan

Mikir mikir aduhhh mau tindikan kayak temen aku tapi takut syaakiittt nyiahahahaha jadi di 1 menit terakhir aku mutusin untuk tindik di bagian agak bawah.

Awalnya ditandai dulu kuping aku pake spidol, habis itu langsung deh alat tindikan disosorin ke kuping

Merem melek sambil remes remes bajuuu saking takut pasti ini rasanya hororrrrr banget tapiii

*ctakkkk

“Udah mbak?”

“Udah dek, 12 ribu”

Ini seriusan??? Kok gak ada sakit sakitnya? Mana bayarnya murahhh banget hahahaha… langsung aku kasi itu mbak 15 ribu dan aku pulang sambil nyengir nyengir dehhh 

Cantikkk bangettt kann kupingkuuu… heppiiiii dehhh kuping baru, mana gak sakit (walaupun masih belum bisa tidur miring sihhh) 

Yakkk waktu berlalu dan akunya yang masih cekrak cekrek hape seneng banget pamer tindikan. Tapi kebahagiaan itu hanya berlangsung selama 4 hari -____-

Setelah 4 hari dengan polos dan lugunya aku sisiran dan sisir aku kebentur sama itu loh penahan tindikan aku yang ada di belakang kuping ituu dan tindikan aku LEPASSSSSS….  

DARAHHH MENGALIRRR SEDERAS DERASNYAA

PANIK? ENGGAK DONK

SESEK NAPAS? SESEEEKKKK BANGET KARNA AKU GAK BISA LIAT DARAH NGUCUR

PENGEN PINGSAN? UDAH PASTI 

yang pertama kali aku lakuin bukannya bersihin kuping aku dari darah tapi malah milih rebahan… karna waktu itu aku mikir “mendingan pikirin kuping belakangan dari pada mati sesek napas”

Atur napas dalem dalem sampai dengan kedalaman 2 meter… liat hape dan mulai browsing biar aku tau langkah selanjutnya

Gak ketemu apa apa waktu browsing pake bahasa Indonesia, ganti pake bahasa Inggris… dan ternyata 😑😑

INI TINDIKAN GAK BOLEH LEPAS KARNA KALAU LEPAS TERUS INFEKSI DAN LUBANGNYA MENUTUP TERUS INFEKSINYA MENJALAR JALAR SELALU RIANG KEMARI, DAN BERUJUNG KELOID BAHKAN HARUS OPERASI…..
MATIIII GUEEEHHHHH (biar keren pake loe gueehhh ala anak Djegardahhh)

Langsung deh merem melek merem melek memberanikan diri masukin tindikan yg udah lepas ke lubang yang udah sempet aku bersihin… 

Sakit? 

LUAAARRRR BIASAAAAA SAKITNYAA

Langsung pengen gigit orang rasanya karna nahan sakit… 

Besoknya kuping aku masih sakit banget sampe susah tidur.. bengkak dan nyeri, rasanya lebih parah dari tindikan baru.. 

Baca – baca di internet ternyata tindikan aku mengalami trauma (aku kira hanya hati ini yang mengalami trauma ditinggalkan para priaahh, tapi kuping juga ikutan traumahhh *menangisseksisepertirintikhujan)

Jadi trauma di sini itu ya tindikan saat 2-4 minggu pertama harus dijaga baik baik dan gak boleh kebentur, gak boleh dimaen maenin apalagi yang kelas berat kayak aku yang sampe lepas…bisa lamaaa banget sembuhnya

Untuk foto maaf ya aku nyesel banget lupa foto… mungkin saking sedih ya waktu itu

Jadi selama proses penyembuhan aku ngikutin ala ala internet banget… 

Setelah lewat 3 hari, bengkak udah mulai berkurang tapi kok ini hiasan tindikannya ilang… itulohh hiasan yang seolah olah berlian berkilau padahal kenyataannya plastik yg dibentuk bentukin terus digosok gosokin sampe bentuknya mirip berlian

Yaudah cari di internet lagi… tapi ya gtu deh ya.. nyari pake bahasa Indonesia kok malah gak ada info sama sekali, yg ada malah hasil transletan dari blog berbahasa inggris yang buat aku itu merupakan dasar dasar  piercing doank (untuk para tindikers tindikers please nulis donk biar orang orang di Indonesia ini gak sesat tentang  piercing ) atau mungkin ada tulisan tentang piercing dalam bahasa Indonesia tapi aku gak tau please comment 

Dan yakkk ternyata dari hasil penyelidikan aku, ini tindikan tertanam di dalam kuping (doorrrr mati gueee) dan lebih parahnya lagi kalau sampai tertanam banget dan daging luarnya menyatu wellthe last hope is just do operation

Gak mau banget donk dioperasi, masak tindikan 12 ribu karang harus operasi 😢😢 kan mahalllll

Besok pagi jam 10 aku langsung ke salon tempat aku tindikan untuk minta saran… dan hasilnya mbak mbak salon muaaaaraaahhhh bbeesaaaaarrrrrr

“Kenapa baru dibawa kesini, itu udah mau nutup”

Yaudah pasang wajah bloon aja lagi sambil geleng geleng kepala

Dan dimulailah operasi ala ala mbak salon… 

  1. Kuping aku dipencet sampai tindikan aku muncul dari dalem lubang
  2. Tindikan aku ditarik dan aku nahan teriak karna lumayan sakit
  3. Setelah tindikan udah dicabut, kuping aku dipencet pencet lagi biar darahnya keluar
  4. Masukin tindikan baru yg lebih gede

Nangis??? 

Enggak hahahaha malah legaaaa banget, bener bener lega dan waktu aku tanya aku perlu bayar berapa mereka cuma bilang bayar 12 ribu aja untuk tindikan aku yg baru…

Omg I really appreciate their kindness 

Itu hasil setelah dipencet pencet mbak di salon… hahahaha

For salon WELLA… THUMBS UP FOR YOU

Setelah itu ya rajin dibersihin, disuruhnya sih bersihin pake minyak kelapa setiap hari yang sampe sekarang masih aku lakuin tapi udah tanpa minyak kelapa ya soalnya lukaku udah gak basah lagi 

Sekarang tindikan aku way much better than before

Ini setelah hari ke empat dari salon, darah masih keliatan tapi sedikit

Dan ini 1 minggu setelah dari salon, kalau diperhatiin ya masih ada darahnya dikit ya tapi udah gak sakit sama sekali dan mulai bisa tidur miring
Dan sekarang sampai aku nulis blog ini kuping aku udah bisa ganti tindikkan baru… udah normal banget dan gak sakit lagi…

Sooo happy I can share this story with you… 

Semoga tulisan ini berguna buat kalian yang tertarik untuk berpiercing piercing ria..

Mau piercing lagi?

Hmmm pengen sih tapi mungkin nanti ya kalau udah siap mental liat darah ngucur, lagi hahaha

Pulang Kamvung

Sebelum baca ini gaya tulisan mungkin beda dari postingan yang sebelumnya ya karna males mikir dan pengen nulis aja…

Akhirnya incess pulang ke kampvung halaman walaupun sebenernya udah 2 bulan berlalu setelah kepulangan gadis cantik belia dari Bali Selatan menuju Bali Utara,yaelaahhhh masih di Bali aja belagu (ngomong ala anak Djegardahhh biar keyeenzz) tapi untuk kalian yang belum pernah ke Bali, beda banget loh antara Bali Utara dan Bali Selatan… seakan akan aku berada di dua negara dengan zona waktu yang sama, dimulai dari kondisi kotanya, jam malam, mall dan tentu aja kuantitassss papahh papah bulenya juga beda (ini penting yahhhh jangan sampe lupitaa)

Dan yak dimulailah perjalanan kesetresanku di kamvung halaman diawali dengan lanjutin skripsi yang tertunda (ini alasan utama incess pulang yaitu selesaiin kuliah biar mamah papah bahagiaaaahhhhh) sampe ikhlas dan rela ngebuang pekerjaan disana dan pulang kembali ke tanah air (ngepelin air matahhh yang telah gugur dijajah dosen dosen di kampyuss hikz hikz hikz)

Sakit dan ujung ujungnya kena gondongan atau gendongan atau istilah bahasa inglissshhhnyaahhhh yaiiicuuh mumps yang menurut aku pribadi adalah penyakit kurang gizi hahahaha bener-bener ini penyakit sialan yang bikinnn akuu gak bisa makan dan ini penyakit gak ada obatnya jadi musti nunggu 5-7 hari untuk sembuhh (pray for my face), saat itu aku cuma bisa berdoa “ya Tuhan kalau aku mati sekarang aku gak mau mayat aku kepalanya bunder begini hikz hikz udah kayak hamster ini”

Untuk lebih jelasnya aku kasi foto sebelum dan sesudah mumps disaster 

Iyaaa tau kok wajah aku cantikzzz, seksohhh, erotiisss hhmm maksud akyuuu eksotiizzz dan menggemashhhhkann yang mampu menarik om om di luar sana mengeluarkan lembaran lembaran kertas struk pembayaran indomaret hikz hikz hikz tapi untuk pemesanan silahkan hubungi nomor di bawah ini, nyiahahaha bercandahhh kok bercandaaaahh tapi sebenernya lumayan nambah uang jajan setelah pengangguran nyiahahaha ini ciyuusss bercandahhh karna hati adekkk incesss hanya untuk amuhhh cematahh btw ini amuhh siapa n dimanahhh?😢😢😢

Dan jreng jreng jreng….jreng ini foto perwujudan putri hamster 

Ketawaaaa???? Ngakak??? Heran??? Sama 😂😂😂… (untuk yg sakit mata setelah lia foto ini silahkan scroll keatas untuk melihat wajah cantikkk manis aku)

Entahlah pulang ke kampung halaman ternyata tidak selalu seindah yang aku harapkan… mungkin karena sudah nyaman dengan dunia kerja dan lingkungan disekitarnya jadi agak uring uringan waktu pulang kamvung tapi yahh disinilah aku menetap di kamvung untuk sementara demi sebuah gelar yang tertunda…

Tidak Berjudul part 1

Semoga tangan ini enggak keriting yaaahhh karna nulis ini blog pake hapekkkk seharga motor 16.000.000 tapi ‘nol’nya hilang 1 entah kemana… plus ini hapek masih kredit… (orang kayaahhh biasanya bayarnya pake credit card, gakk lepeellll bayar cassshhhhhh) *sambilkedipkedipbulumatacantikuntukmenggaetparapapahpapahkecepian
Udah lupitreng (lupa) kapan terakhir nulis blog, jangankan tulisan terakhir di blog, pernah menjalin hubungan dengan seseorang tapi terputus di tengah arusnya globalisasi aja lupa (sambil ngelap air mata yg netes bagaikan rintik hujan di kala senja)
Kabar aku baik, kabar ortu juga baik, yg enggak baik cuma gak ada kejelasan dalam hubungan diantara kita huahaahaha hukz hukz (ambil tali, iket di celah celah tembok terus ……. jemur baju)

Salah ya yang bener itu gak ada kejelasan yang pasti tentang hidup.. dulu ngarep banget nikah muda, sampai sekarang juga masih ngarep tapi entahlah mungkin pasangan aku masih berlabuh di dada hangat wanita lain (nyiahahaha ini cewek apa lalapan 😂) jadi belum waktunya untuk aku untuk membina biduk biduk catur *ehaduhh maksud hayatii biduk house stair (sekali-sekali biar keren gitu pake Ingliss)

Kadang sedih juga waktu kerja liatin tamu yang bawa baby baby imut, cuma bisa menghela napas sambil berharap aku yang berada di posisi mereka.. Bukan berarti juga aku gak bersyukur sama keadaan aku saat ini, well pekerjaan aku saat ini bisa dibilang sesuai sama cita-citaku waktu masih kecil dan imit-imitnya (perpaduan antara imut dan amit), yaitu jadi receptionist  (di bintang 5 itu diluar dugaan nyiahahahaha *ehemsombongdikit), karna lokasinya di bintang 5 jadi sering ketemu orang-orang penting contohnya Bapak Joko Widodo Presiden RI (aduh waktu ini liatnya cm dari jauh tapi gapapahhh yang penting hayatiiii bisa liat), Ari Lasso, Choky Sitohang, Kahitna dan banyak bangetttttt sampe yang paling lucu itu ada bapak-bapak check out terus aku liat di system (kalau di hotel itu ada system yg isinya mendetail tentang tamu) katanya sih harus panggil  manager waktu beliau check out yaudah deh aku panggil aja manager aku dan waktu itu manager aku tanya “emang tamunya siapa?” Karna aku lupa yaudah aku jawab aja “Lupa pak pokoknya bapak-bapak” terus manager aku keluar dari ruangannya dan ketemu deh sama tamu yg mau check out itu, habis ngobrol dikit manager aku langsung manggil “Anna, kamu tau gak itu siapa? Itu kan mantan menteri luar negeri, kok kamu bilang bapak-bapak sih aduuhhhh” eehhhh shock berat deh eykeee 😂 ( untuk mantan bapak menteri yg terhormat maapin saya ya pak, maklum nilai PENGETAHUAN SOSIAL PERPOLITIKAN saya agak rendah hehehe, *tetepsambilkedipkedipbermanjahh)

Walaupun kerja di hotel berat tapi aku jalani sepenuh hati karna aku yakin ini adalah keputusan yang terbaik dari Tuhan untuk aku walaupun kadang harus menahan rasa cecekkk di dadahhh liat papah papah bule sama ciwik ciwik muda dari negara negara ASEAN yang pesen kamar mehong mehong (mahal) hanya demi itu ciwik ciwik merasa bahagia (cecek cambil nangis dalem atiii dilampiaskan dengan gecekkk kartu credit tamuh cekuat tenagahhh)
Itu aja dulu yang bisa aku tulis, seneng rasanya bisa nulis lagi setelah sekian lama…. see you again

2016

Hai cemuahhhhh…………… (ihhh baukkkk,…. ) Setelah sekian lama aku vacuum cleaner dari dunia berbloggeran sekarang aku mau mengucapkan selamat tahun baru 2017, di tahun ini mari kita sukseskan pilkada dengan memilih calon yang tepat untuk memimpin dan mengayomi bangsa dan negara, MERDEKA….MERDEKAAAAAAAA  (malah kampanye  -___-)

Yah sebenernya gak tau mau mengharapkan apa di tahun 2017 karena kita hanya bisa berencana tapi kalau yang diatas berkehendak lain kita sebagai manusia penuh dosa hanya bisa menajalani hidup dengan penuh keikhlasan (widiiihhhh……… serem amat bahasa gueehhhhh)

Well sebenernya kalau dipikir-pikir buaanyyyaaakkk banget kejadian di tahun 2016 yang tidak terduga,  walaupun ada kejadian yang baik dan buruk tapi aku sebagai manusia yang penuh dengan kebaikan dan hati yang seputih, sejernih lantai kamar mandi yang udah disikat pake WIPO*L (Hmmm maaf ya lagi-lagi disensor soalnya gak pengen banget nyebutin merek pembersih lantai yang ada gambar pohon cemaranya) lalu akhirnya….Akhirrrrnyaaa…..AKHIRRRNYAAAA…..aku bisa melaluli tahun 2016 dengan selamat…… yakkkk SELAMAT MASIH JOMBLO….. HOREEEEEEEEEEE (hikzzz hikkzzz arahin kembang api ke muka)

Di blog kali ini aku akan memaparkan kejadian-kejadian yang terjadi dalam perjalanan gadis cantik jelita dan mempesona (ayo muntah bareng-bareng…..) di tahun 2016

  1. DAPET SAHABAT, ini kok judulnya alay banget ya hahahahaha tapi bener loh di tahun 2016 saat aku ngarep dapet calon suami ehhhh….. aku malah dapet sahabat dari Jerman. Kenapa aku bisa bilang dia sahabat ya karna semua akal bulu jahat dan keji yang udah membusuk sampe ke akar-akarnya juga dia tau. Gak sedikit temen-temen dan keluarga yang bilang “Awas aja ujung-ujungnya kamu nikah sama dia, gak akan aku datang ke nikahanmu” hahahahaha sebenernya kalau aku disuruh nikah sama dia hmmmm….. mungkin aku mau (hahahaha NGAREEPPPP) tapi tingginya penghalang diantara kita yang bagaikan tembok Berlin sebelum roboh bikin kita pikir-pikir untuk menjalin hubungan. Sampai saat ini aku udah 1 tahun kenal sama dia
  2. GAK JADI SARJANA yaaappppp becuullll sekali, niat menyandang gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan) di tahun 2016 pupus sudah tapi malah menyandang gelar S.Pd (Sarjana Penuh Derita) walaupun skripsi udah selesai tapi gak menjamin bisa lulus tepat waktu, karena ada aja deh embel-embel, tetek bengek, tai e.e.k yang bikin aku gak bisa ikut sidang skripsi. Di saat itu habis sudah tenaga ini untuk ngepel air mata yang udah banjir di kamar, gak lupa juga mama aku juga ikut bantuin ngepel saking sedihnya. Niat mengakhiri hidup di pohon cabe pun akhirnya dibatalkan oleh kejadian selanjutnya…
  3. TRAINING DI HOTEL akhirnya menjadi alasan aku untuk membatalkan aksi bunuh diri sia-sia di pohon cabe, mama aku yang tingkat kreatifitas otaknya yang terlalu tinggi minta tolong ke keluarga jauh yang kebetulan juga kerja di hotel untuk nyariin aku kerja di hotel, yahhh namanya aja hidup kalau tanpa nepotisme itu bagaikan sayur tanpa gula (tanpa apa sih yg bener?? Maklum aku gak bisa masak hihihihihi…*modelginikerjadihotelmalumaluin -___-) mama aku beralasan aku harus kerja supaya aku gak stress mikirin gak lulus-lulus kuliah, tapi karena aku bukan anak perhotelan atau pariwisata jadi aku diwajibkan untuk training selama 6 bulan di hotel bintang kejora *ehhh bintang lima… Tapi karena kerja di hotel bintang lima jadi bahasa Inggris kudu harus  bagus, untunglah berkat perburuanku dulu mencari sesosok makhluk haluss *eehhh maksud aku berburu sesosok pria berkulit putih yang halus (eheeemm….eheemmmmm) membuat bahasa Inggris aku yang dulunya gak karu-karuan jadi yaahhhh masih gak karuan sih tapi setidaknya bisa bilang oh yess…. ohhh noo…… aja udah bersyukur (eehhh itu kerja di hotel atau kerja di…….. hahahahaha jadi malu *digebukinorangsatuRT). Tapi gara-gara kerja di hotel presentase untuk ngeliat mas-mas dan papah-papah bule jadi bertambah dan malah bikin aku eneg, bosen, sampe males ketemu bule di hotel karna pasti ditanyain macem-macem masalah inilah itulah belum lagi kalau mereka complain -_____-
  4. NOLAK BULE hahahahaha masih ada kaitannya dengan yang nomer 3 aku bosennnnn banget sama bule sampai akhirnya akupun nolak mereka NOLAAAAKKKKKKK (WOW AMAZING). Mungkin ini efek dari pindahnya aku dari Pantai Bali Utara menuju ke Pantai Bali Selatan demi bertemu Nyi Roro Fitria (ehhh…..kok kesana). Bali Selatan bisa dibilang pusatnya bule-bule untuk liburan jadi aku gampang banget untuk kenalan sama bule karna dulu waktu aku di Bali Utara itu lumayan susah kenalan sama bule, jumlah bule di Bali Utara itu sama dengan jumlah discount di IndoBulanke3 (malu nyebutin nama tokonya nanti malah merusak citra INDOMARET *ehhhaduhkelepasannnn) alias ada tapi sedikit dan hanya ada di bulan-bulan tertentu (nyiahahahahaha). Tapi karna jumlah bule yang tidak terbatas bikin aku yang dulunya ngejer bule dengan kecepatan 100km/jam langsung menurun jadi 20km/jam (karna lagi gak ada bensin nyiaaahahahahaha). Niat nikah sama bule masih ada sih cuma sekarang pelan-pelan aja… santaiiii kaya di pantaaiiiiii….
  5. JADI ANAK KOS yang DITAKSIR BAPAK KOS sampe POCONGPUN IKUT NAKSIR. Yappppp karena lokasi hotel tempat aku training berjarak kurang lebih 3 jam dari rumahku jadi yahh mau gak mau harus ngekos ehhh tapi apesssnya karena muka aku yang terlalu cantik, mulus dan mempesona hingga ingin rasanya wanita lain nimpukin pake sandal karna iri ini ngebuat Bapak Kos jatuh hati sampe SMS tiap hari. OMG….. dan gak hanya itu tiba-tiba waktu jam 3 subuh muncullah sebungkus makhluk astral dan menunjukkan sosoknya yang putih di pojok kamar (please deh aku sukanya cowok putih bukan cowok dibungkus kain putih *hikzz hikzz) dan pada akhirnya cuma ngekos disana 1 bulan dan langsung pindah. Bersyukur sama Tuhan karena kos yang sekarang ini selain murah, fasilitas oke, tuan rumah juga baikkkkkkkkk bangetttt…. Sering ngasi makanan GRATISSS kalau di rumahnya lagi ada acara, pokoknya di kos yang sekarang betahhhh bangetttt….

 

Segitu aja sih untuk blog kali ini hahahahaha dan karena aku sibuk training jadi aku janji deh aku bakalan jarang update tulisan *eh hahahahaha Baca lebih lanjut

Cerbung bagian 4

DAYS

Wherever you go, please take me with you

Hari ke -2 bagian 2

 

Mark terdiam beberapa saat setelah aku mengutarakan isi hatiku secara blak-blakan tanpa tedeng aling-aling, setelah beberapa lama penuh debaran jantung tak menentu Mark akhinya buka suara

“Canggu itu jauh, apa tidak apa-apa kalau kamu kesana?”

“Tidak jauh kok, aku sudah terbiasa ke Denpasar jadi tidak usah khawatir” jawabku penuh harap Mark agar mengajakku ikut bersamanya. Mark kembali diam dan aku mulai bicara lagi

“Kalau kamu keberatan juga tidak apa-apa karena kamu mungkin perlu privacy, hari ini aku akan pulang ke rumah” tiba-tiba aku teringat dengan privacy yang selalu dijunjung tinggi oleh para bule

Mark kembali tidak mengatakan apa-apa, lalu ia mulai mengambil peta Balinya dan membukanya lebar-lebar di hadapanku

“Dari sini kita akan ke Air Terjun Gitgit lalu kita pergi ke Pura Gunung Batu Karu, karena aku ingin melihat gunung, setelah itu kita sampai di hotelku yang ada di Canggu, apa kamu sanggup?”

“Kamu mengajakku?” tanyaku heran

“Aku pikir tidak apa-apa kalau kamu ikut, tapi besok kita akan ke Ubud dan menghabiskan waktu sehari disana dan setelah itu kamu pulang dan aku kembali ke hotel karena aku memerlukan waktu sendiri, oke?”

“OK” jawabku kegirangan walaupun sangat terlihat bahwa Mark sepertinya agak enggan mengajakku untuk liburan bersamanya.  Setelah itu berkali-kali aku bertanya padanya apakah tidak apa-apa kalau aku ikut tapi Mark tetap mengizinkaku untuk ikut.

Kami check out dari hotel dan Mark menuju ke café tempat kami bertemu kemarin sembari menungguku yang pulang ke rumah untuk mengambil beberapa potong pakaian bersih.

Aku kembali melajukan motorku ke café untuk mencari Mark dan kami berdua memulai perjalanan kami menuju ke Air Terjun Gitgit walaupun sebelum berangkat Mark menertawakanku yang mengenakan celana jeans serta sarung tangan.

“Jeans? Sarung tangan? Kamu kira di sana ada salju?” tanyanya sambil tertawa

“Dingin tahhuuuu” Jawabku tidak menghiraukannya dan mulai menghidupkan motor.

Perjalanan kami berjalan mulus hingga sampai di Air Terjun Gitgit. Dihadapan kami sudah tersedia tangga-tangga untuk menuntun kami menuju ke air terjun. Ini adalah kali pertamaku ke Air Terjun Gitgit karena aku bukanlah tipe gadis pecinta alam. Beberapa tangga telah kami lalui namun seolah-olah tangga-tangga ini tidak memiliki ujung. Berjalan menaiki tangga sambil bercucuran keringat membuatku benar-benar tidak tahan, tapi aku sudah memutuskan untuk mengikuti Mark kemanapun ia pergi jadi aku mengerahkan semua tenagaku untuk menaiki tangga-tangga. Perjalanan kami tidak hanya dipersulit oleh tangga tapi juga oleh anak-anak penjual manik-manik yang mengikuti dan memaksa kami untuk membeli

“Kalian seharusnya sekolah bukannya mengganggu turis dengan berjualan” kata Mark ketus hingga mengagetkanku karena Mark tidak pernah berbicara ketus seperti itu sebelumnya.

“Kamu tidak boleh begitu, mereka butuh uang untuk sekolah jadi mereka harus berjualan” jawabku menengahi agar Mark tidak tambah murka

“Kamu lihat tidak ibu-ibu dari anak ini malah enak-enakan duduk di pinggir tangga dan bergosip. Penjualan menggunakan anak-anak adalah taktik dalam berbisnis karena mau tidak mau turis akan membeli apapun yang mereka jual karena merasa iba terhadap anak-anak kecil yang berjualan. Mereka menggunakan sisi manis dari anak-anak mereka untuk menarik simpati dari para turis. Aku rasa kamu tidak tahu apa-apa tentang bisnis”

Seketika saja aku terdiam dan benar-benar tidak mampu untuk berkata-kata, keluguanku membuatku buta dan tidak melihat di sekelilingku. Setelahnya baru aku ingat bahwa Mark adalah pebisnis tangguh di negaranya, terbukti pada saat aku di rumah mengambil beberapa pakaian untuk kubawa aku menyempatkan diri untuk mengetik nama Mark di google karena aku ingin tahu lebih banyak tentangnya dan tidak memakan waktu lama Mark dengan  menggunakan jas muncul di sebuah website perusahaan besar dan di dalamnya menyatakan bahwa posisi Mark cukup tinggi di perusahaan itu.

gitgit-waterfall-5

sumber: http://www.anythingbali.com/yang-segar-dan-beragam-di-air-terjun-gitgit/

Setelah tiba di air terjun Mark dengan sangat konyol mengatakan bahwa ia ingin mencoba untuk berenang, langsung saja aku sambut dengan tawa karena aku yakin ia tidak mungkin berenang di air terjun. Ingin membuktikan bahwa ia benar-benar berniat untuk berenang di sana Mark mulai mencelupkan kakinya dan benar saja setelah itu Mark langsung mengurungkan niatnya untuk berenang karena dingin.

Setelah puas melihat-lihat air terjun kami kembali ke parkiran dan harus berhadapan dengan tangga dan anak-anak penjual manik-manik lagi. Sesampainya di parkiran kakiku sudah terasa mau lepas, setelah itu aku berjanji pada diriku bahwa aku tidak akan kemari lagi.

Kami melanjutkan perjalanan kami ke Gunung Batu Karu yang mana aku merasa Mark seperti melakukan kesalahan saat membaca peta. Mark mengatakan bahwa ia ingin melihat gunung tapi tujuan kami saat ini adalah pura dengan nama yang sama dengan nama gunung, tapi entah kenapa aku tetap mengikuti Mark yang menggunakan GPS dari belakang.

Tanda penunjuk arah di jalan tertulis jelas bahwa kami menuju ke pura dan bukan gunung, lalu saat Mark berhenti sejenak untuk mengecek GPS aku memutuskan untuk berbicara padanya

“Kamu mau lihat gunung kan? Tapi sekarang kita akan menuju ke pura bukan gunung” Kataku sambil menunjuk ke penunjuk arah yang kebetulan ada di sana

“Aku memang mau ke pura, nanti kan di sebelah pura ada gunungnya, aku Cuma mau lihat gunungnya” jawab Mark enteng

Dengan lugu dan sedikit bodoh aku mengiyakan ucapan Mark dan mengikutinya lagi, dan setelah 2 jam kami sampai di pura tanpa ada gunung

“INI PURA BUKAN GUNUNG” geram Mark yang sedari awal ingin melihat gunung bukan pura

“Kan aku sudah bilang, kita ini menuju ke pura, bukan gunung” jawabku lemas karena cukup lelah setelah perjalanan yang lumayan panjang.

Mark tiba-tiba mendatangiku dan menoyor kepalaku yang saat itu masih menggunakan helm, setelah itu kamipun tertawa karena setelah perjalanan panjang kami malah berakhir dengan melihat pura, lagi.

Setelah berkeliling di Pura Gunung Batu Karu yang ternyata cukup luas kami melanjutkan perjalanan kami ke Canggu namun di awal perjalanan hujan telah menyambut kami dengan derasnya, aku yang memiliki jas hujan langsung berhenti dan menggunakan jas hujan milikku, tapi sial bagi Mark karena ia tidak memiliki jas hujan. Perjalanan kami hanya berlangsung selama 15 menit lalu Mark memutuskan untuk berhenti

“Di sana ada restaurant, aku mau kita kesana dan menunggu hujan reda” kata Mark dan aku segera menganggukkan kepala  tanda setuju, melihat Mark yang basah kuyup membuatku khawatir.

Restaurant itu berlokasi di Tabanan berhadapan dengan rice field. Kami menuju ke lantai 2 dan segera mencari tempat duduk, Mark mengatakan bahwa ia akan berganti baju ke toilet karena bajunya basah. Saat aku duduk dan memandangi pemandangan sawah, seorang bapak-bapak atau mungkin manajer dari tempat itu datang menemuiku

“Mbak, kalau makan disini itu bayarnya 130 ribu per orang karena prasmanan, tapi karena mbak dan temannya kesini naik motor terus kehujanan jadi bayarnya cukup 80 ribu per orang ya mbak” kata bapak-bapak itu menjelaskan harga lalu undur diri.

Pada saat itu perasaanku benar-benar campur aduk antara bapak itu merasa kasihan pada kami karena kehujanan atau karena mengira kami tidak bisa bayar karena kami naik motor. Mark lalu datang setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian kering yang ia bawa, setelah Mark duduk aku berbicara padanya mengenai apa yang disampaikan bapak-bapak itu tadi

“Kamu tidak marah?” tanyaku

“Kenapa marah?” jawabnya sambil melihat pemandangan rice field

“Karena bapak itu memberi kita harga murah, seolah-olah kamu tidak bisa bayar karena kita naik motor”

“Kalau memang dia memberi discount karena merasa kasihan pada kita maka bapak itu adalah orang baik, tapi kalau dia memberikan discount dan menjelaskan harga karena dia pikir aku tidak bisa bayar ya itu adalah kesalahannya karena aku bisa tetap bayar walaupun dia meminta harga normal, uang bukan masalah bagiku” ucap Mark santai sambil mengelus kepalaku seperti anak kecil. Mungkin Mark sadar bahwa aku mengkhawatirkan pandangan orang lain terhadapnya jadi ia hanya tersenyum lembut padaku seperti mengatakan bahwa ia tidak apa-apa.

Setelah hujan reda dan kami selesai makan, kami melanjutkan perjalanan ke Canggu yang memakan waktu sekitar satu setengah jam. Sesampainya di hotel aku merasa sedikit terpana karena lokasi hotel bersebelahan dengan Pantai Berawa, merupakan suatu pemandangan indah yang tidak akan pernah aku lupakan.

c360_2016-09-15-07-29-10-928

Mark mengajakku masuk ke hotel dan kami berjalan menuju kamarnya, kamar di lantai 3 yang menghadap langsung ke pantai membuat mataku seketika terbelalak. Di mimpi terliarku pun aku tidak berani untuk mengharapkan menginap di hotel mewah dan kini disinilah aku berdiri sambil mendengarkan deru ombak, pandanganku tidak lepas dari indahnya pantai dihiasi dengan banyaknya pohon kelapa. Merasakan ada sepasang tangan yang memelukku erat dari belakang

“Kamu suka?” kata Mark sambil tetap melingkarkan kedua tangannya di pinggangku

“Suka sekali, ditambah kini aku berada di sini, tempat ini benar-benar tempat yang tidak akan pernah terjangkau bagiku” jawabku dengan jujur

“Sstttt….sekarang kamu di sini, tidak ada yang mustahil” bisik Mark di telingaku.

“memilikimu adalah hal yang mustahil” kini suara hatiku memberikan jawaban atas pernyataan Mark.

Aku memutuskan untuk mandi karena aku merasa sangat lengket setelah perjalanan yang memakan waktu hampir 5 jam, kurasakan shower mengucur dengan hangatnya membasuh tubuhku, rasa pegal di punggungku hilang sedikit demi sedikit terobati oleh kucuran air hangat.

Selesai mandi aku mengambil handuk putih yang telah tersedia di kamar mandi dan melilitkannya di tubuhku, aku keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk dan mencari lotion di dalam tasku. Mark telah tertidur pulas karena kelelahan, dengan hati-hati aku duduk di sebelah sisi tempat tidur dan aku mulai mengolesi tubuhku dengan lotion dan setelah itu aku merebahkan tubuhku dan ikut terlelap bersama Mark.

CerBung bagian 3

DAYS

Happiness is to be with you

 

 Hari ke-2

Aku terbangun dari tidurku dan melihat jam yang menunjukkan pukul 3 dini hari, melihat tubuhku yang hanya tertutupi selembar selimut mengembalikan ingatanku, menyadari bahwa aku tidak tidur sendiri membuatku memalingkan wajah dan melihat sesosok pria yang tertidur pulas di sebelahku. Kuperhatikan alis dan bulu matanya yang terbentuk sempurna, hidung dan bibir yang juga tidak kalah sempurna, menatapnya kala itu adalah suatu hal yang tidak bisa aku lakukan saat ia terbangun. “Ia milikku malam ini. Tapi, hanya untuk malam ini” ucapku mengingatkan diriku bahwa setelah melihat lumba-lumba ia akan kembali ke hotelnya di Canggu. Perlahan ku kecup keningnya dan berkata dalam hati bahwa entah mengapa aku sama sekali tidak menyesal telah menghabiskan malam bersamanya. Kurapatkan tubuhku padanya dan mencoba menutup kembali mataku sembari berpikir bahwa ini akan menjadi malam terakhir bagi kami berdua.

Bunyi alarm yang menunjukkan pukul 5.20 telah membangunkanku,   “hanya 25 menit untuk bersiap” pikirku sambil terbangun dan menuju wastafel untuk mencuci wajah dan menyikat gigiku, Mark sudah terlebih dahulu mandi dan hanya memerlukan beberapa menit baginya untuk mandi. Setelah Mark selesai mandi, aku memutuskan untuk segera mandi karena kami tidak ingin terlambat untuk melihat lumba-lumba, kukucurkan air yang lumayan panas dari shower karena pagi itu sangat dingin. Selesai mandi aku segera menggunakan pakaian bersih yang aku bawa di dalam tas, Mark yang sudah siap segera mengajakku untuk keluar dari kamar dan kami berjalan keluar hotel. Kami dijemput oleh bapak-bapak yang kami temui kemarin, ternyata jarak dari hotel hingga ke perahu tidak terlalu jauh sehingga kami hanya perlu berjalan kaki untuk tiba disana.

Saat kami berdua berjalan Mark seperti biasa sangat sedikit bicara namun aku sudah terbiasa dengan sifat Mark yang seperti itu. Tidak hanya sedikit berbicara namun Mark juga tidak menggenggam tanganku saat kami berjalan, “setelah semalam sepertinya ini hanya one night stand baginya” pikirku sambil tersenyum kecut, tapi tidak pernah sekalipun tersirat pemikiran bahwa aku menyesali perbuatanku bersama Mark malam itu.

20160914_063251-1

Sesampainya di perahu kami duduk dengan tenang dan benar-benar merasa bahagia karena akan melihat lumba-lumba. Wajah Mark yang berseri-seri menunjukkan bahwa ia tidak sabar untuk melihat lumba-lumba secara langsung di laut. Perahu mulai berjalan dan kami tertawa membicarakan banyak hal sambil menunggu perahu kami mendekati lumba-luma yang berada di tengah laut. Saat itu Mark yang duduk di depanku mengeluarkan handphonenya dan mengambil beberapa foto matahari terbit, aku yang melihatnya dari belakang tersenyum dan tanpa sadar aku memeluknya dari belakang, sungguh nyaman rasanya bisa memeluk Mark dengan bebas. Aroma parfum dan aftershave berbaur jadi satu membuatku memejamkan mata untuk menikmatinya “aku tidak akan melupakan bau ini” janjiku pada diriku.

Satu persatu lumba-lumba mulai terlihat dan kami melihatnya dengan sangat antusias, tetapi aku lebih merasa bahagia saat melihat Mark yang berada di depanku tersenyum sambil berusaha mengambil foto lumba-lumba yang melompat-lombat dengan cepat. Bagiku melihat lumba-lumba bisa aku lakukan kapan saja namun pemandangan di depanku saat ini hanya bisa aku nikmati sampai hari ini. Aku tidak tahu mengapa aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah memberiku kesempatan untuk mengenal Mark, terima kasih karena berkatNya kini aku bisa duduk bersama sesosok pria yang sangat sempurna di mataku, walaupun hanya sehari tapi aku sudah merasa sangat bahagia.

Tidak sampai 15 menit melihat lumba-lumba kami sudah merasa bosan, akan tetapi ternyata kami harus menghabiskan waktu satu jam diatas perahu untuk melihat lumba-lumba, alhasil untuk menghilangkan kebosanan kami menertawakan ekspresi orang-orang yang sangat antusias melihat lumba-lumba.

Aku tertarik untuk ikut mengambil foto lumba-lumba dan tidak lupa juga aku berselfie di dalam perahu “jarang-jarang kan naik perahu” pikirku harus mengambil kesempatan untuk berselfie. Mengambil foto selfie beberapa kali hingga Mark menatapku dengan tersenyum

“Lumba-lumbanya di sana, memangnya kamu lumba-lumba?” tanya Mark geli

“Naik perahu itu mahal, mumpung gratis jadi harus dimanfaatkan” jawabku sambil tertawa

“Sekalian saja foto dengan aku, foto sebagai kenang-kenangan” Ajak Mark yang membuatku tercengang

Gak mau ah, mukaku kan jelek, nanti malah tambah jelek kalau foto sama kamu yang kegantengan”  Jawabku sambil menundukkan kepala karena malu

“Kamu cantik kok, tapi kalau tidak mau ya sudah”

Mark langsung membalikkan badan dan kembali menatap ke depan, tanpa sadar tanganku menyentuh bahunya dan berkata “mau selfie?” yang langsung di sambut senyuman oleh Mark. Dan benar seperti dugaanku, berselfie dengan Mark benar-benar memperburuk keadaan wajahku yang sudah sedikit buruk rupa, namun foto-fotoku bersama Mark akan selalu aku simpan sebagai kenangan.

Satu jam telah berlalu, kami turun dari perahu dan berjalan kembali ke hotel. Saat tiba di hotel kami memutuskan untuk sarapan. Melihatnya menyesap kopi sungguh merupakan pemandangan yang indah hingga membuatku melupakan nasi gorengku yang sudah mulai mendingin. Mark sempat tertawa melihatku memesan nasi goreng karena baginya nasi merupakan makanan ‘berat’ di pagi hari, tapi setelah berjalan bolak-balik dari hotel ke pantai membuatku kelaparan sehingga nasi goreng merupakan pilihan yang tepat untuk sarapan.

Setelah menyelesaikan sarapan kami kembali ke kamar untuk beristirahat, saat kepalaku mulai menyentuh bantal Mark sudah memutar tubuhku dan mulai melumat bibirku, aroma kopi dari bibirnya ataukah karena ciumannya yang membuatku seperti melayang. “Untuk yang terakhir kali” ucapku dalam hati dan membiarkan Mark melakukan suatu rahasia kecil diantara kami.

Satu jam telah berlalu dan Mark mulai bernapas dengan tenang sembari terus melihatku

“Ada apa? Jangan lihat aku seperti itu!” tanyaku karena aku malu melihat Mark yang terus memandangiku

“Mau menemaniku ke air terjun Gitgit? Hanya 30 menit dari tempatmu dan setelah menemaniku kamu bisa kembali ke rumah dan aku akan kembali ke hotelku di Canggu” Tanya Mark sambil tetap menatapku

“Kenapa tidak sekalian saja ajak aku ke Canggu? Aku tidak mau pulang” ucapku tanpa pikir panjang dan menutup mulutku dengan kedua tanganku setelah menyadari apa yang telah aku katakan.

 

 

 

Segini dulu ya untuk CerBung Hari ke-2, capek banget ngetiknya hehehehehe……